“ Ma.., aku berangkat ke kampus dulu ya!” teriakku saat menuruni anak tangga.”Kamu gak sarapan dulu sayang?” tanya mama.”Gak ah ma telat ni hari pertama di kampus.Daah mama” sambil aku berlari ke arah perempatan tempat aku biasa ngetem angkot.
Oh ya sebelumnya perkenalkan namaku Sesilia Prawinegara.Aku biasa di panggil dengan nama sesil.Aku tinggal di kehidupan yang berada.Papa ku’ Rendy Prawiranegara ‘bekerja di salah satu organisasi yang terkenal di dunia yaitu PBB. Sedangkan mama ku’ Ranti Prawiranegara’ menjadi orang terpandang di komplek karena kesibukannya bersama ibu-ibu komplek.Oh ya waktu aku SMA aku di sekolahkan di pondok pesantren di Surabaya.Jadi aku tidak terlalu mengenal dunia luar.Dan semenjak pindah di Jakarta aku melepaskan atribut kerudungku.
“ Hey,nama kamu siapa? Tanya seorang perempuan di belakangku.”hey juga, Nama ku Sesil” aku berbalik ke belakang sambil menjabat tanganku.” Aku Lifa mahasisiwi baru di kampus ini juga”jawabnya. “ owh kita 1 angkatan ya,1 jurusan dan 1 kelas” kataku sambil tertawa berbarengangan dengan teman baruku.Semenjak itu aku semakin dekat dengan Lifa ke kantin selalu bareng ke toilet pun Lifa selalu minta di anter sama aku,sampai-sampai kita di panggil adik kaka sama teman sekelas kita.Oh iya Lifa mempunyai wajah yang cukup menarik loh karena dia blasteran Betawi-Belanda.Aku juga gak kalah menarik dari dia loh karena kata mama aku punya wajah yang cantik.
Pukul 08.00 pagi mata kuliah Sosiologi
“Selamat pagi anak-anak”. “Pagi bu” jawab kami sekelas.” Hari ini Ibu akan membahas tentang Remaja Urban.Ada yang bisa bantu ibu,apa itu Remaja Urban?”
Saat itu juga sekelas langsung seperti pasar,karena gak ada yang mau kalah buat dapetin nilai tambahan.Lifa pun gak mau kalah ia mengangkat tangan setinggi-tingginya agar dapat di lihat oleh dosen.”Ssst..diam satu-satu anak-anak.Ya Adi,apa jawaban kamu?” “Remaja Urban menurut saya remaja yang pindah-pindah bu” celotehnya.”hahahaha…” teman sekelas ku tertawa mendengar adi yang mulai dengan kebiasaanya susah untuk di ajak serius. Saat itu juga sekelas berubah menjadi pasar karena banyolan Adi.Ibu Erna hanya menggeleng kepala.”Begini anak-anak Remaja Urban adalah remaja yang , identik dengan biaya hidup yang umumnya diluar batas kemampuan, dan berdampak pada tindakan kekerasan yang meningkat. Dan Menurut ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia dengan gaya hidup urban, para remaja tertantang untuk berpacu dengan waktu, mengejar target tertentu, memenangkan kompetisi yang sangat kuat, bahkan terkadang mengkesampingkan pertimbangan moral, dan terus-menerus dicekam kecemasan” tutur Bu Erna dengan penjelasannya yang rumit.Aku sendiri hanya mengangguk mendengar hal itu karena aku sendiri belum jelas maksud dari penjelasan itu.Aku mau bertanya tapi malu takut di sorakin teman sekelas dan itulah kebiasaan mahasiswa tidak akan bertanya sebelum di tanya sama seperti aku.
Pukul 12.00 di Kantin
Saat istirahat di kantin aku bertanya lagi dengan Lifa maksud dari penjelasan Bu Erna tadi saat di kelas.”Lif,aku mau Tanya dung maksudnya tadi Bu Erna tentang Remaja Urban apa sih?”. “Duh,memangnya kamu gak tau remaja urban itu kayak apa sil!” Tanya Lifa,sambil menggeleng kepala aku jawab “ Gak..”.”ya ampun sesil sayang,mangkanya kamu tuh orang tua boleh kaya tapi masa anaknya berangkat ke kampus aja di anter supir angkot,megangnya hendphone rumah lagi” ejek Lifa sambil tertawa.Memang benar apa yang Lifa katakana,tapi aku begini juga karena aku selama 3 tahun di pondokkan oleh orang tuaku jadi aku merasa asing dengan dunia yang sekarang.Peraturan di Pondok Pesantren lebih ketat dari yang kalian bayangkan.Ternyata daritadi aku melamun,Lifa membuyarkan lamunanku.”Sesil kamu itu anak orang kaya apalagi kamu dah dewasa sekarang dah masuk dunia kampus lagi jangan sia-sia kan masa muda kamu.Tar keburu tua loh” goda Lifa.
Pukul 20.00 di Rumah
Saat di kamar aku melamun memikirkan semua perkataan Lifa tadi siang.Ada benarnya juga fikirku,mama dan papa memang udah keterlaluan mendidik aku jadi mahasiswi yang gak gaul.“Ma..Pah,aku mau minta sesuatu boleh gak ma” rengekku seperti anak kecil.”mau minta apa sayang” jawab mama.Tiba-tiba saja seperti setan yang sudah merasuk fikiranku aku berusaha meminta semua yang selama ini tidak aku dapatkan.”Ma..pah aku kan dah besar sekarang aku gak mau di ejek kampungan karna aku gak punya Handphone,apalagi aku tinggal di lingkungan kampus yang mementingkan gaya ma..pa?” Mama dan papa terkejut mendengar perkataan aku.Aku berusaha melanjutkan lagi semua yang aku mau.”Aku juga mau Ma kalau aku ke kampus bawa mobil,masa aku daridulu sampai sekarang di antar supir angkot,sampai bosen aku liat supirnya.” pintaku.”Sayang,mama dan papa melakukan ini semua karena mama gak mau kamu terjebak Pergaulan Bebas nak,jadi anak yang membangkang pula.” Mama menasehatiku.”iya papa dan mama melakukan ini karena papa dan mama sayang sama kamu bukan karena tega” papa pun gak mau kalah.Dengan jurus seperti anak kecil yang merengek karena tidak di penuhi permintaanya aku mulai menangis sekencang-kencangnya.Yes akhirnya mama dan papa tidak tega melihat ku menangis,permintaan ku pun di kabulkan.”Tapi ingat ya sesil jangan terpengaruh pergaulan jaman sekarang.Selalu ingat dengan Sholat kamu,ya Nak.” Nasihat mama.”Oke,Bos!” jawabku sambil tersenyum lebar.
Ke esokan paginya,saat di Kampus.
“Tin..tin..tin” suara klakson BMW berwarna merah bertuliskan B 0109.”Hey,Lif lihat dong aku bawa mobil sekarang dan aku megang HP keluaran terbaru lagi.” Aku memperlihatkan semua barang baru yang aku miliki dan pastinya membuat iri semua yang melihat terutama Lifa seorang yang melihatku.”wuih,gak nyangka sekarang seorang Upik Abu berubah menjadi Cinderella”.ejek Lifa yang sedang iri melihatku.”Tar malem kita jalan yuk,aku yang bayarin deh” ajak Lifa.”Oke,siapa takut” aku menuruti ajakan Lifa.
Tepat pukul 09.00 malem aku memarkirkan mobilku di depan tempat yang sangat asing bagiku.oh ya Aku bisa keluar malam begini karena kebetualan orangtua ku sedang tidak ada di rumah,jadi ini kesempatan aku menikmati kebebasanku.Tapi aku penasaran tempat apa ini,”Lif,ini tempat apa sih kok rame begini,musiknya juga ker basanget”.”Ini namanya Diskotik,tempat orang dugem” bisik Lifa di telingaku mungkin karena musik yang terlalu kencang.”Dahlah,kita enjoy sekarang daripada pusing mikirin tugas-tugas kuliah” Lifa menambahkan. Tak terasa lama kelamaan aku mulai mengikuti alunan musik dan berjoget mengikuti irama,aku pun mulai mengenal apa itu minuman alkohol sampai pemandangan yang tidak lazim pun aku menikmatinya.
Seiring berjalanya waktu aku dan Lifa sering menghabiskan waktu bersama Shopping bareng menghabiskan kartu kredit yang hampir Limit,ke Diskotik menggaet cowok-cowok yang sedang kesepian.Inilah dunia yang tidak pernah aku nikmati selama masa SMA.” Aku Bebas…hahaha,aku menikmati dunia ini” teriak ku.
Pukul 02.00 pagi di rumah
“ Lifa,apa-apaan kamu ini pakaian kamu minim sekali,bau apa ini” mama mendekatiku sambil mencium aroma bau mulutku.”apa sih ma berisik aja deh aku pusing ni ma” ternyata mama dari tadi menunggu aku pulang dari diskotik.”kenapa kamu jadi begini nak,kamu keluaran dari pondok harusnya kamu mengerti mana yang baik dan gak.bukanya jadi semakin liar dengan kamu bebas bergaul dan pergi ke tempat yang kamu suka” mama mulai menangis melihat keadaan aku yang seperti ini.” Ada apa ini Ma?” “Plak..apa yang sudah kamu perbuat sesil” Papa menamparku.”Papa,mendidik kamu bukan untuk jadi anak yang seperti ini,kamu habis ke Diskotik?” Tanya papa.”i..iiya pa” jawabku terbata bata.”Plak” satu tamparan lagi mendarat di pipiku.”Papa sudah tidak tahan melihat kamu begini,papa akan kembalikan kamu ke Pondok Pesantren” teriak papa yang mulai habis kesabaran.Aku berlutut di kaki papa dan memohon” Jangan pa,jangan di pesantren Lagi ampun pa” hiks..aku menangis,mama yang melihat ku hanya terdiam dan menangis karena kelakuan ku yang sudah kelewatan.”ma…hiks bantu aku ma,aku gak mau di pesantren lagi.Aku melakukan ini karena aku sering di ejek sama temanku karena aku anak yang kurang bergaul.”aku kembali memohon.”papa akan mengurung kamu selama 1 minggu,tidak boleh keluar kemanapun atau pergi ke kampus” teriak papa.
Semenjak saat itu aku di kurung bagaikan tahanan yang berada di dalam sel,akupun tidak boleh pergi ke kampus,tidak di pegangi handphone lagi dan hanya melihat televise setiap hari.”Astagfirullahalaadzim,Lifa” aku tercengang saat melihat layar telivisi kabar berita “Penggrebekan di salah satu Diskotik”di antara puluhan orang aku melihat Lifa.Ternyata Lifa ikut di grebek karena dia kedapatan membawa Pil ekstasi.Aku menangis membayangkan kalau saja malam itu aku tidak di marahi mama dan papa mungkin aku akan menjadi salah satunya di kantor polisi itu.Ternyata menjadi remaja yang gaul pun kalau salah melangkah akan berdampak buruk bagiku.Aku kembali teringat apa yang mama dan papa selama ini katakan kepadaku.”Hiks…hiks” aku menyesal ma,pa.”Aku tidak akan lagi mengulangi kesalahan ini untuk ke 2 kalinya,dan aku tidak akan terpengaruh lagi meskipun aku di panggil anak yang kurang gaul atau apapunlah.Setelah ini aku ingin meminta maaf kepada mama dan papa.
Rabu, 15 Desember 2010
Selasa, 07 Desember 2010
Melly Goeslaw – Kembalikan Lagi Senyumanku
Sekian lama mendung masih disini
Belum permisi tinggalkan pengap didada
Kecewanya hatiku hilangkan relung hati
Hampir saja ku mati mati rasa padamu
Kembalikan lagi senyumku yang manis seperti dulu
Ku rasa kini aku tertahan
Menahan luka yang amat dalam
Kembalikan lagi senyumku aku tak betah begini
Semenjak hati dan jiwa luka
Ku kehilangan senyum
Sekian lama mendung masih disini
Belum permisi tinggalkan pengap didada
Kembalikan lagi senyumku yang manis seperti dulu
Ku rasa kini aku tertahan
Menahan luka yang amat dalam
Kembalikan lagi senyumku aku tak betah begini
Semenjak hati dan jiwa luka
Ku kehilangan senyumku
Kembalikan lagi senyumku aku tak betah begini
Semenjak hati dan jiwa luka
Ku kehilangan senyum
Sabtu, 20 November 2010
Tips for Keeping Food Fitness
Carbohydrates (starches and various types of sugar) is the main energy source for the body, and by choosing a balanced diet high in carbohydrates, you can remain active for longer, train harder, not easily tired after exercise, reduces the risk of injury and become more fit.
In order to implement high-carbohydrate diet is balanced properly, there are ground rules:
1. Eat and enjoy the varied types of food.
2. Eat high-carbohydrate diet
3. Carbohydrates (from the starchy maupun sugar) is the most important energy source for the muscles being worked.
4. The body can store only limited amounts of carbohydrates in the liver and muscles as glycogen.
Each time you exercise, your glycogen reserves will be reduced
Choice of food and snacks should be based on high-carbohydrate foods (cereal, bread, rice, potatoes, pasta).
To avoid fatigue and improve your performance on the activity / sport next session, you should:
1. Carbohydrate-rich snack snacks (plus drinking water) is less than 2 hours prior to exercise, such as cereals, fresh fruit, dried fruit, fruit yogurt, fermented milk drinks, wheat bread or a sandwich.
2. Changing the glycogen reserves with high-carbohydrate foods immediately after exercise (approximately 30-60 minutes)-whether it is directly a big meal or just snacks rich in carbohydrates such as breakfast cereal, bananas, bread, jelly, wafer, cereal, juice, or energy drinks.
3. Select and set the time to eat and drink consumption patterns according to your training. The important thing is to always eat healthy foods high in carbohydrates as a whole, so that food choices should be a practical, comfortable, fun and can be eaten! Try to ask for opinions separate from sports nutritionist about food choices that fit for you.
4. Drinking enough water.
* Dehydration is a major cause of weakness. When you are thirsty, you've experienced mild dehydration, so drink before felt thirsty.
* Drink before, during and immediately after exercise, along with increased secretion of fluid during exercise. Plain water is sufficient, unless you exercise for an hour or more continuously. In such circumstances, isotonic fluid intake would be more appropriate. When the color of your urine darkening, drink more. Try to reach an amount equal to the amount of water drunk by the color more clear.
In order to implement high-carbohydrate diet is balanced properly, there are ground rules:
1. Eat and enjoy the varied types of food.
2. Eat high-carbohydrate diet
3. Carbohydrates (from the starchy maupun sugar) is the most important energy source for the muscles being worked.
4. The body can store only limited amounts of carbohydrates in the liver and muscles as glycogen.
Each time you exercise, your glycogen reserves will be reduced
Choice of food and snacks should be based on high-carbohydrate foods (cereal, bread, rice, potatoes, pasta).
To avoid fatigue and improve your performance on the activity / sport next session, you should:
1. Carbohydrate-rich snack snacks (plus drinking water) is less than 2 hours prior to exercise, such as cereals, fresh fruit, dried fruit, fruit yogurt, fermented milk drinks, wheat bread or a sandwich.
2. Changing the glycogen reserves with high-carbohydrate foods immediately after exercise (approximately 30-60 minutes)-whether it is directly a big meal or just snacks rich in carbohydrates such as breakfast cereal, bananas, bread, jelly, wafer, cereal, juice, or energy drinks.
3. Select and set the time to eat and drink consumption patterns according to your training. The important thing is to always eat healthy foods high in carbohydrates as a whole, so that food choices should be a practical, comfortable, fun and can be eaten! Try to ask for opinions separate from sports nutritionist about food choices that fit for you.
4. Drinking enough water.
* Dehydration is a major cause of weakness. When you are thirsty, you've experienced mild dehydration, so drink before felt thirsty.
* Drink before, during and immediately after exercise, along with increased secretion of fluid during exercise. Plain water is sufficient, unless you exercise for an hour or more continuously. In such circumstances, isotonic fluid intake would be more appropriate. When the color of your urine darkening, drink more. Try to reach an amount equal to the amount of water drunk by the color more clear.
Tips for Keeping Food Fitness
Carbohydrates (starches and various types of sugar) is the main energy source for the body, and by choosing a balanced diet high in carbohydrates, you can remain active for longer, train harder, not easily tired after exercise, reduces the risk of injury and become more fit.
In order to implement high-carbohydrate diet is balanced properly, there are ground rules:
1. Eat and enjoy the varied types of food.
2. Eat high-carbohydrate diet
3. Carbohydrates (from the starchy maupun sugar) is the most important energy source for the muscles being worked.
4. The body can store only limited amounts of carbohydrates in the liver and muscles as glycogen.
Each time you exercise, your glycogen reserves will be reduced
Choice of food and snacks should be based on high-carbohydrate foods (cereal, bread, rice, potatoes, pasta).
To avoid fatigue and improve your performance on the activity / sport next session, you should:
1. Carbohydrate-rich snack snacks (plus drinking water) is less than 2 hours prior to exercise, such as cereals, fresh fruit, dried fruit, fruit yogurt, fermented milk drinks, wheat bread or a sandwich.
2. Changing the glycogen reserves with high-carbohydrate foods immediately after exercise (approximately 30-60 minutes)-whether it is directly a big meal or just snacks rich in carbohydrates such as breakfast cereal, bananas, bread, jelly, wafer, cereal, juice, or energy drinks.
3. Select and set the time to eat and drink consumption patterns according to your training. The important thing is to always eat healthy foods high in carbohydrates as a whole, so that food choices should be a practical, comfortable, fun and can be eaten! Try to ask for opinions separate from sports nutritionist about food choices that fit for you.
4. Drinking enough water.
* Dehydration is a major cause of weakness. When you are thirsty, you've experienced mild dehydration, so drink before felt thirsty.
* Drink before, during and immediately after exercise, along with increased secretion of fluid during exercise. Plain water is sufficient, unless you exercise for an hour or more continuously. In such circumstances, isotonic fluid intake would be more appropriate. When the color of your urine darkening, drink more. Try to reach an amount equal to the amount of water drunk by the color more clear.
In order to implement high-carbohydrate diet is balanced properly, there are ground rules:
1. Eat and enjoy the varied types of food.
2. Eat high-carbohydrate diet
3. Carbohydrates (from the starchy maupun sugar) is the most important energy source for the muscles being worked.
4. The body can store only limited amounts of carbohydrates in the liver and muscles as glycogen.
Each time you exercise, your glycogen reserves will be reduced
Choice of food and snacks should be based on high-carbohydrate foods (cereal, bread, rice, potatoes, pasta).
To avoid fatigue and improve your performance on the activity / sport next session, you should:
1. Carbohydrate-rich snack snacks (plus drinking water) is less than 2 hours prior to exercise, such as cereals, fresh fruit, dried fruit, fruit yogurt, fermented milk drinks, wheat bread or a sandwich.
2. Changing the glycogen reserves with high-carbohydrate foods immediately after exercise (approximately 30-60 minutes)-whether it is directly a big meal or just snacks rich in carbohydrates such as breakfast cereal, bananas, bread, jelly, wafer, cereal, juice, or energy drinks.
3. Select and set the time to eat and drink consumption patterns according to your training. The important thing is to always eat healthy foods high in carbohydrates as a whole, so that food choices should be a practical, comfortable, fun and can be eaten! Try to ask for opinions separate from sports nutritionist about food choices that fit for you.
4. Drinking enough water.
* Dehydration is a major cause of weakness. When you are thirsty, you've experienced mild dehydration, so drink before felt thirsty.
* Drink before, during and immediately after exercise, along with increased secretion of fluid during exercise. Plain water is sufficient, unless you exercise for an hour or more continuously. In such circumstances, isotonic fluid intake would be more appropriate. When the color of your urine darkening, drink more. Try to reach an amount equal to the amount of water drunk by the color more clear.
Healthy Tips for Overcoming Flu, Colds and Influenza
Healthy tips to overcome the flu, colds, influenza is actually easy and cheap. It does not even need to see a doctor if it's not necessary. Because this disease is basically a result of i nfeksi virus (viral infection). Virus infection is self-limiting diseases, which means it can heal itself. With mild effort we can overcome the flu, colds and influenza. How to tips to overcome the flu?
Here are some steps that I did. Lho kok me? yes .. because my last two days, ( health consultation ) lying on bed rest because my body is not able to cope with heavy colds and coughs.
Bed rest, try to break in Temat sleep in peace. Leave for a moment all affairs. focus there is the thought that I must recover from this disease. Thus the body's immune system gets a positive energy of positive thoughts as well.
Drink lots of water. Much as strong as you drink. not only white water course, water can warm tea, lukewarm water,
Take vitamins or other supplements. At the time of the flu, the immune system or decreased immune system, need help from outside. This is the time to drink vitamins or honey and others.
Try to eat a balanced nutrition. Avoid fatty and fried foods.
Pray, pray that the healing was given. By praying to stimulate the immune system to enhance immune immunity.
If the steps to overcome the flu, colds has not been successful so ... go to doctor you. The goal went to the doctor has two purposes, namely
Ascertain whether there is another ride infection. Mean? To ascertain whether pure flu infection or infection of other rides. If it was just the flu, colds, cough is not a problem. the problem is that no co-infection with another, such as URTI, DHF, typhus and others. Because the initial symptoms of the disease like flu symptoms. Medical term, flu-like syndroma. So need careful here.
To get the drugs according to symptoms. As a cure for fever, medicine for nasal congestion, for to mengencer phlegm or mucus, and vitamins
May we all avoid the flu, colds and influenza. Hopefully useful tips to overcome this flu blind fellow bloggers, especially those who like to stay up at night. Always healthy and avoid the flu, colds and influenza.
Here are some steps that I did. Lho kok me? yes .. because my last two days, ( health consultation ) lying on bed rest because my body is not able to cope with heavy colds and coughs.
Bed rest, try to break in Temat sleep in peace. Leave for a moment all affairs. focus there is the thought that I must recover from this disease. Thus the body's immune system gets a positive energy of positive thoughts as well.
Drink lots of water. Much as strong as you drink. not only white water course, water can warm tea, lukewarm water,
Take vitamins or other supplements. At the time of the flu, the immune system or decreased immune system, need help from outside. This is the time to drink vitamins or honey and others.
Try to eat a balanced nutrition. Avoid fatty and fried foods.
Pray, pray that the healing was given. By praying to stimulate the immune system to enhance immune immunity.
If the steps to overcome the flu, colds has not been successful so ... go to doctor you. The goal went to the doctor has two purposes, namely
Ascertain whether there is another ride infection. Mean? To ascertain whether pure flu infection or infection of other rides. If it was just the flu, colds, cough is not a problem. the problem is that no co-infection with another, such as URTI, DHF, typhus and others. Because the initial symptoms of the disease like flu symptoms. Medical term, flu-like syndroma. So need careful here.
To get the drugs according to symptoms. As a cure for fever, medicine for nasal congestion, for to mengencer phlegm or mucus, and vitamins
May we all avoid the flu, colds and influenza. Hopefully useful tips to overcome this flu blind fellow bloggers, especially those who like to stay up at night. Always healthy and avoid the flu, colds and influenza.
Natural Disasters in Indonesia
end of the end of 2010 Indonesia hit by natural disasters that shocked the world this natural disaster occurred on Monday, 25 October 2010, began with an earthquake with a strength of 7.2 Richter scale shook the Mentawai Islands, west sumatra that caused a tsunami that swept across mainland Mentawai archipelago boat to fall apart.
These natural disasters cause hundreds of lives have been lost, homes shattered, and it was abolished due to the tsunami disaster Wasior provide a deep sorrow for the local population in addition to losing the property they must be willing to lose relatives.
natural disasters such as this is not a new natural benana first before the tsunami disaster that occurred in Wasior aceh tsunami ever hit the city that claimed to reach thousands of people, and hundreds were injured.
natural becana like this can not be predicted when it will happen but it would not hurt if we to remain vigilant and maintain our world in order to remain stable.
tsunami which occurred on the islands Wasior or aceh lam and other disasters erupakan a warning to us to be more in love with nature.
These natural disasters cause hundreds of lives have been lost, homes shattered, and it was abolished due to the tsunami disaster Wasior provide a deep sorrow for the local population in addition to losing the property they must be willing to lose relatives.
natural disasters such as this is not a new natural benana first before the tsunami disaster that occurred in Wasior aceh tsunami ever hit the city that claimed to reach thousands of people, and hundreds were injured.
natural becana like this can not be predicted when it will happen but it would not hurt if we to remain vigilant and maintain our world in order to remain stable.
tsunami which occurred on the islands Wasior or aceh lam and other disasters erupakan a warning to us to be more in love with nature.
Rabu, 09 Juni 2010
Proporsal Penelitian
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL Hal
DAFTAR ISI i
1. Identitas Penelitian x
2. Abstrak Rencana Penelitian x
3. Pendahuluan x
4. Tujuan Penelitian x
5. Urgensi Penelitian x
6. Kajian Pustaka x
7. Metode Penelitian x
8. Teknik Pengumpulan Data xx
9. Daftar Pustaka xx
1.3. Subyek Penelitian (contoh)
Subyek utama yang diteliti adalah model kompetensi inti lulusan prodi
manajemen dalam upaya menghasilkan Job Creator di bidang jasa. Penelitian ini bertujuan merancang model kompetensi inti dari lulusan manajemen di wilayah Kota Depok dan Bekasi, dengan demikian maka hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi pengambil kebijakan tingkat Universitas khususnya berkenaan dengan peningkatan soft skill dan hard skill .Pendekatan model penelitian ini akan dilanjutkan dengan rencana tindak sebagai bagian dari penguatan program studi manajemen. Hasil optimal yang diharapkan nantinya dari penelitian ini tidak saja pada pendekatan empiris namun juga meningkatkan motivasi dari lulusan manajemen dalam upaya menghasilkan Job Creator.
Diharapkan dengan terwujudnya Job Creator tersebut dapat memupuk semangat kewirausahaan pada diri lulusan manajemen. Analisis lingkungan berkaitan dengan kompetensi inti lulusan manajemen dilakukan pada dua bulan pertama Analisis ini digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang dihadapi lulusan manajemen saat ini dan prediksi masa yang akan datang, dimana kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman ini menjadi dasar dalam formulasi strategi usaha dalam meningkatkan motivasi. Bulan berikutnya, dilakukan tahap implementasi strategi yang sudah dirumuskan dalam dua bulan pertama. Analisis dilakukan pada faktor penunjang yang terkait dalam mendukung pengembangan soft skill dan hard skill lulusan manajemen.
Aspek yang diteliti adalah:
• Bagaimana peranan institusi/lembaga pendidikan/program studi yang terkait dalam
pengembangan soft skill dan hard skill lulusan manajemen dilihat dari aspek
manajerial, pendanaan, sumber daya (manusia dan teknologi) sebagai penyedia
informasi yang relevan?.
• Bagaimana strategi yang terbaik bagi lulusan manajemen agar mampu
menghasilkan job Creator melalui model kompetensi inti ?.
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk merancang model kompetensi inti bagi
lulusan prodi manajemen tujuan khusus menghasilkan Job Creator yang terencana baik
menggunakan rencana tindak.
1.4. Periode Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan dalam jangka waktu 7 (tujuh) bulan
Bulan
Kegiatan
1. Persiapan implementasi
2. Penyusunan materi /studi pustaka
3 Penetapan metodologi
4. Pengumpulan data
5.Verifikasi data
6. Tahap analisis data
7. Penyusunan skripi
8. Evaluasi /penggandaan laporan
9. Sidang skripsi
1.5. Lokasi Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan pada lokasi yang berada di Kota Depok dan Bekasi
(penetapan lokasi dikaitkan dengan penetapan Kota Depok dan Bekasi melalui RPJMD
sebagai kota jasa dan industri)
1.6. Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan dari kegiatan penelitian adalah, mengidentifikasi masalah
yang dihadapi lulusan prodi manajemen melalui pengamatan lingkungan bisnis baik
internal dan eksternal, peranan institusi sebagai pengambil kebijakan yang terkait, serta
penyusunan rencana tindak berkenaan dengan penetapan kompetensi inti lulusan
manajemen serta job creator. Selanjutnya adalah merancang model kompetensi inti lulusan
untuk menghasilkan Job Creator di bidang jasa.
Hasil menyeluruh yang diharapakan pada penelitian ini adalah :
(a) Model Kompetensi inti Lulusan Manajemen;
(b) Rencana Tindak berkaitan dengan Job Creator.
2. ABSTRAK RENCANA PENELITIAN
Pengembangan sumber daya manusia berkaitan dengan peningkatan kompetensi,
kompetensi yang dimaksud adalah skill dari lulusan sehingga tidak saja mampu bersaing
namun juga memenangkan persaingan. Untuk itu pendekatan pada kompetensi juga perlu
ditelaah samapai tingkat core competence. Lulusan dimaksud adalah lulusan dari program
studi manajemen. Kondisi persaingan lulusan merebut lapangan kerja hendaknya dapat
disikapi dengan arif, sehingga lulusan tidak saja dapat bekerja sesuai dengan profesinya
tetapi juga mampu menghasilkan Job Creator. Untuk itu penelitian ini akan menelusuri
permasalahan yang ada terkait dengan lulusan prodi manajemen, dan rencana tindak sebagai wujud dari hasil penetapan kompetensi inti dan Job Creator. Tantangan ini menuntut si pencipta kerja atau tenaga kerja mampu melakukan adaptasi dengan baik. Daya adaptasi ini membutuhkan ketrampilan lain selain hardskill yang telah dimiliki antara lain softskill, ICT skill, English skill, dan etika/moral. Skills tersebut bersifat sinergis..
Metode penelitian adalah survei dengan instrumen penelitian kuesioner (sifat
tertutup). Populasi penelitian adalah lulusan prodi manajemen Universitas Gunadarma yang ada wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Data yang digunakan adalah data primer. Kelemahan dan keunggulan lulusan prodi manajemen akan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Model akan dibangun berdasarkan analisis menggunakan AHP, dan SEM. Perangkat lunak yang digunakan adalah SPSS, AMOS, dan AHP. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kompetensi lulusan prodi manajemen Universitas Gunadarma, pengembangan manajemen, yang kemudian diharapkan juga dapat diaplikasikan sebagai acuan pengambilan kebijakan tingkat Universitas.
3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini direncanakan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai tahap persiapan
literatur, survey/pengumpulan data, evaluasi dan pengukuran sampel, hingga perumusan
dan pelaporan penelitian. masing-masing tahap merupakan suatu rangkaian proses yang
berkelanjutan. Diharapkan tahap tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 7 bulan.
4. Urgensi Penelitian
Peranan lulusan dalam perekonomian Indonesia dapat dilihat dari kedudukannya
pada saat ini dalam dunia usaha. Urata (2000) membagi kedudukan wirausahawan
sebagai berikut:
a. Kedudukan wirausahawan sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di
berbagai sektor.
b. Penyedia lapangan kerja terbesar.
c. Pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi daerah dan
pemberdayaan masyarakat.
d. Pencipta pasar baru dan inovasi.
Perubahan dalam bidang teknologi juga mempengaruhi kinerja wirausahawan (UKM) di
bidang manajemen. Kekuatan teknologi termasuk peningkatan di bidang pengetahuan dan
inovasi yang dapat menimbulkan peluang dan ancaman bagi UKM. Para pabrikan, bank dan manajemen ritel telah memanfaatkan kemajuan teknologi ini dalam bisnis mereka agar dapat memudahkan dan mempercepat layanan demi memuaskan kebutuhan pelanggan.
Disamping lingkungan makro, lingkungan industri juga berperan dalam mempercepat
perubahan lingkungan. Lingkungan industri yang dimaksud adalah daya tawar pembeli,
daya tawar penjual, masuknya pendatang baru yang potensial, adanya barang substitusi, dan intensitas persaingan di antara UKM. Ke lima faktor di atas dikenal dengan kekuatan
bersaing dari Porter (Pearce & Robinson, 2000; 85). Semua faktor di atas merupakan factor yang berada di luar kendali UKM yang disebut juga faktor eksternal. Semua faktor
eksternal memberikan peluang dan ancaman bagi UKM untuk mewujudkan visi, misi dan
tujuan perusahaan. Faktor eksternal dapat dikendalikan UKM dengan adanya strategi yang tepat dan sesuai dengan situasi perubahan lingkungan. Melalui penyusunan model system informasi perencanaan strategik UKM yang tepat diharapkan dapat membantu memecahkan masalah peningkatan kinerja bisnis UKM. Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2002 yang lalu terbukti bahwa perencanaan strategik dapat mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis eksternal yang penuh dengan ketidakpastian (BPS, 2001).
5. KAJIAN PUSTAKA
Avin Fadilla Helmi (2004), menggambarkan mahasiswa dengan daya saing tinggi sebagai
mahasiswa yang lulus dengan Indeks Prestasi tinggi, masa studi cepat, dan mempunyai
kepercayaan diri yang kuat. Pengamatan dan pengalaman yang dilakukan selama yang
bersangkutan melakukan seleksi karyawan menunjukkan bahwa belum semua lulusan
perguruan tinggi mempunyai persyaratan dasar yang dapat diterima di pasar kerja. Mereka yang lolos seleksi administratif dalam proses seleksi, biasanya telah memenuhi persyaratan IPK dan syarat administrasi lain. Salah satu model mahasiswa yang berdaya saing menurut Helmi ditunjukkan sebagaimana terlihat dalam Gambar 2.1 di bawah.
Indikator output lulusan, minimal tercermin dalam IPK rata-rata di atas 3 dan masa studi
yang singkat diharapkan dapat menjadi representasi dari hardskill. Ketika kemampuan
penalaran seperti analisa, sintesa, dan berfikir abstrak dikembangkan dalam proses
pembelajaran (dalam arti penguasaan ilmu atau hardskill) yang berkembang secara optimal dan menyentuh persoalan kehidupan nyata, maka hal tersebut secara berkelanjutan akan mengasah softskill mahasiswa. Kecerdasan dalam penguasaan ilmu juga memberikan dampak bagi pengembangan belajar tentang kehidupan. Inilah esensi dari proses “belajar”; belajar tentang ilmu dan belajar tentang ‘kehidupan’ (life skill). Proses pengembangan diri menjadi titik pondasi sentral dalam pengembangan karir selanjutnya. Ketika salah satu aspek daya pikir manusia berkembang, maka hal itu akan menstimulasi aspek rasa (afeksi) dan selanjutnya menstimulasi karsa (kehendak) dalam menghasilkan inovasi-inovasi baru. Sinamo (2001) mengatakan bahwa belajar adalah aktivitas untuk meningkatkan pengertian atau kesadaran tentang diri sendiri (self-awareness), dunia sekitar (cosmo-awareness), termasuk kesadaran ten-tang Tuhan (theo-awareness), serta relasi ketiganya ke tingkat yang lebih dalam dan lebih tinggi. Agar proses belajar efektif, maka mahasiswa dituntut untuk menguasai penggunaan perkakas belajar (learning-tools) dalam diri, yaitu kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif-imajinatif, dan berpikir kritikal-argumentatif, kemampuan membedakan dan memilih alternatif yang ada, kemampuan berkehendak secara bebas, kemampuan merasakan, dan kemampuan memberi tanggapan moral. Pengembangan sumber daya manusia yang hanya menekankan kompetensi saja, akan menimbulkan dampak yang luar biasa. Krisis multidimensi pada akhir periode orde baru,
pada dasarnya adalah krisis etika/moral. Kemajuan olah pikir manusia dalam berbagai
bidang tidak diikuti oleh upaya pengembangan aspek rasa (afektif) dan etika/moral akan
menghasilkan berbagai kerusakan dan krisis. Sementara itu dalam dunia realitas, dunia
kerja, dan dunia usaha, situasi hiper-kompetitif tidak dapat dielakkan. Tantangan ini
menuntut si pencipta kerja atau tenaga kerja mampu melakukan adaptasi dengan baik. Daya adaptasi ini membutuhkan ketrampilan lain selain hardskill yang telah dimiliki antara lain softskill, ICT skill, English skill, dan etika/moral. Skills tersebut bersifat sinergis. Skill yang satu akan menunjang skill yang lain, walaupun hardskill tetap sebagai jantung dari semua komponen tersebut.
UNESCO dalam dokumen kerja yang ditulis berkaitan dengan konferensi tingkat dunia
tentang pendidikan tinggi di tahun 1998, yang berjudul Higher Education in the Twenty-
First Century - Vision and Action, menekankan pentingnya relevansi dari dunia pendidikan, utamanya pendidikan tinggi. Dinyatakan bahwa:
“The pertinence or relevance of higher education must essentially be consi-dered in
relation to its role and place in society, to its mission of providing education,
research and the services ensuing therefrom, and also to its links with the world of
work, in the broadest sense, its relationship with the state and with sources of public
financing, and its interactions with the other levels and forms of education.”
Lebih lanjut, dokumen kerja UNESCO tersebut menerangkan secara jelas apa yang
dimaksud dengan relevansi tersebut. Diantaranya yang berhubungan dengan keterkaitan
antara perguruan tinggi dengan dunia kerja adalah:
• membangun keterkaitan dengan dunia kerja, dalam rangka mengenali tantang-an yang
dihadapi dan yang akan dihadapi;
• membangun suasana kerja dalam lingkungan pendidikan, sebagai bentuk fasi-litas
pelatihan dunia kerja; dan
• mempertahankan semangat kepedulian sosial dalam setiap aktivitas ekonomi.
Dokumen kerja UNESCO juga menerangkan apa yang dimaksud dengan kualitas lulusan
pendidikan tinggi. Dinyatakan bahwa:
“Quality is inseparable from social relevance. The implication of the quality
requirement and of policies aiming for a "quality safeguard" approach is that
improvements should be sought, at the same time, to each of the compo-nent parts
of the institution and to the institution as an integral whole, functioning as a
coherent system.”
Seperti diterangkan di atas, keterkaitan antara kualitas pendidikan tinggi dan relevansi
dengan dunia kerja tidak bisa dipisahkan. UNESCO memberikan pedoman bahwa kualitas
pendidikan tinggi tergantung pada beberapa hal, termasuk kualitas tenaga pengajar,
manajemen, infrastruktur, kurikulum, dan mahasiswa. Dalam kaitan dengan penelitian ini, dua aspek yang relevan adalah mengenai kualitas kurikulum dan kuali-tas lulusan. Kualitas kurikulum ditentukan oleh:
• kejelasan tujuan pendidikan dan pelatihan, dalam hubungannya dengan kebu-tuhan
dunia kerja dan masyarakat;
• adaptasi metode pengajaran, dalam usaha membuat mahasiswa lebih berperan serta aktif dan dalam menciptakan suasana kerja (enterprising spirit);
• pengembangan fasilitas pelatihan, dengan memanfaatkan kemajuan dunia IT;
• internasionalisasi kurikulum; dan
• pembangunan jaringan antara kurikulum, tenaga pengajar, dan mahasiswa.
Sedangkan kualitas mahasiswa diantaranya ditentukan oleh:
• kemampuan memecahkan masalah;
• motivasi; dan
• kemampuan untuk bersifat proaktif;
Diana Carew dari Microsoft Education Solutions Group dalam white paper berjudul
“Educating 21st Century Citizen” membagi kemampuan yang harus dimiliki seseorang
dalam menghadapi dunia kerja menjadi dua, yakni: business skill dan life skill. Carew
menyoroti kecenderungan pada awal abad ke-21 ini, yaitu meningkatnya peran life skill
dibanding business skill dalam menentukan performa dari individu dalam pekerjaan yang
dihadapinya. Carew juga menyarankan bagi pembuat kebijakan di perguru-an tinggi untuk menambahkan kemampuan interpersonal sebagai bagian dari kompetensi pembelajaran yang utama
Business Skills
Business skills atau kemampuan bisnis diartikan sebagai kemampuan seorang pekerja untuk
mengaplikasikan materi pendidikan yang didapat pada kurikulum formal ke permasalahan
yang dihadapinya sehari-hari. Business skill dapat diartikan juga sebagai kompetensi teknis
seorang pekerja. Carew menyoroti kecenderungan me-ningkatnya kebutuhan akan
kompetensi di bidang komputer dan internet bagi seorang lulusan perguruan tinggi.
Business skill juga adalah kemampuan yang menerangkan wilayah kognitif dari individu,
sehingga mencakup juga kemampuan untuk menda-patkan informasi dan berkomunikasi
(information/communication skills) serta kemampuan untuk berpikir dalam memecahkan
masalah (thinking/problem solving skills).
Life Skills
Life skills atau kemampuan untuk hidup juga disebutkan sebagai soft skill. Ciri utama dari
life skill adalah menerangkan kemampuan seseorang untuk bekerja sama dengan orang lain.
Istilah yang digunakan Carew adalah interpersonal skill. Interpersonal skill dibagi menjadi beberapa atribut, seperti nilai (value), kemampuan untuk bekerja secara mandiri, dan kemampuan bekerja sama. Di artikel yang ditulisnya dengan judul “Family and Economy”, Ken Shimoda membagi kemampuan seorang pekerja di perusahaan menjadi dua kategori dasar: hard skill dan soft skill. Hard skill berkaitan de-ngan kemampuan teknis yang berkaitan dengan fungsi dari masing-masing jabatan. Soft skill, disebut juga human skill, berkaitan dengan budaya, sehingga relatif di setiap tempat. Soft skill dijabarkan menjadi beberapa atribut sebagai berikut:
• tanggung jawab,
• kesetiaan,
• kemampuan berorganisasi,
• sikap,
• keseriusan,
• keramahan,
• akal sehat,
• kepemimpinan,
• motivasi, dan
• keberanian.
Keduanya –hard skill maupun soft skill– memiliki peran yang besar dalam menentukan baik tidaknya prestasi kerja seseorang dalam pekerjaan. Yang menarik, Shimoda menemukan dalam penelitiannya bahwa perusahaan-perusahaan jauh lebih sulit mengukur dan mengembangkan soft skill dari karyawannya. Sedangkan hard skill jauh lebih mudah untuk mengkuantifikasikannya sehingga pengembangannya relatif lebih mudah. Penyusunan rencana strategis dapat dilakukan menggunakan analisis Kekuatan (Strength),
Kelemahan (Weakness), Kesempatan (Oppurtunity) dan Ancaman (Threat), yang
selanjutnya akan disingkat dengan KKKA.
Menurut Wheelen dan Hunger (1995) KKKA merupakan bentuk analisis situasi.
Analisis situasi mulai dengan formulasi strategi dan kebutuhan dimana manajer strategi
berusaha menemukan strategi yang dapat memberdayakan kesempatan eksternal dan
kekuatan internal dalam lingkungan eksternal yang mengancam dan kelemahan dalam
internal. Posisi analisis KKKA dalam proses pengambilan keputusan strategi ditunjukkan
Menurut Manktelow (2006), analisis KKKA menjadi teknik yang kuat karena
pemahaman kekuatan dan kelemahan dan pencarian akan kesempatan dan ancaman yang
ada. Analisis situasi menggunakan KKKA dibuat dengan membentuk matriks KKKA.
Matriks terdiri dari elemen yang akan dianalisis, yaitu kekuatan dan kelemahan yang
dimiliki perusahaan, kesempatan yang dapat diraih dan ancaman dari pesaing dan luar
lainnya yang dihadapi. Pada elemen kekuatan, pengevaluasi harus mampu mengidentifikasi hal bagus yang dapat perusahaan lakukan, sumber daya unik yang dimiliki (yang tidak dimiliki oleh perusahaan pesaing), dan kekuatan perusahaan yang dapat dilihat oleh pihak lain. Saat mengevaluasi kelemahan, beberapa hal harus diidentifikasi, yaitu aktivitas atau hal yang dapat ditingkatkan, sumber daya paling sedikit yang dimiliki perusahaan dan kelemahan perusahaan yang dapat dilihat oleh pihak lain. Kelemahan yang mungkin dilihat orang lain tapi tidak terlihat oleh manajemen selama ini harus digali dengan jujur. Analisis elemen kesempatan harus dilakukan dengan mengidentifikasi kesempatan yang ada, kecenderungan yang bisa dimanfaatkan sebagai keuntungan dan kekuatan yang dapat diubah menjadi keuntungan. Kesempatan yang bagus bisa muncul dari perubahan teknologi dan pasar baik dalam skala sempit maupun luas, perubahan kebijakan pemerintah yagn bersesuaian dengan usaha, perubahan dalam pola masyarakat, profil populasi dan gaya hidup, serta kejadian lokal. Pendekatan terbaik dalam mengidentifikasi kesempatan adalah dengan mempertimbangkan kekuatan dan bertanya ke diri sendiri apakah kekuatan ini akan membuka kesempatan. Alternatif untuk mengidentifikasi kesempatan adalah dengan memahami kelemahan dan bertanya ke diri sendiri apakah kesempatan akan terbuka dengan menghilangkan kelemahan tersebut.
Beberapa pertanyaan yagn perlu dijawab dalam
menganalisis kelemahan adalah:
• Rintangan apa yang dihadapi?
• Apa yang dilakukan pesaing?
• Apakah dibutuhkan perubahan spesifikasi untuk pekerjaan, produk atau
pelayanan?
• Apakah perubahan teknologi mengancam posisi perusahaan?
• Apakah perusahaan dihadapkan pada pinjaman atau aliran kas bermasalah?
• Apakah salah satu dari kelemahan yang dimiliki menjadi ancaman bagi
keberlangsungan bisnis?
6. Metode Penelitian (CONTOH) “saudara dapat juga menjelaskan secara ALUR
PENELITIAN”
Analisis KKKA dilakukan menggunakan teknik dan matriks yang diberikan
Manktelow (2006). Matriks yang digunakan ditunjukkan Gambar 2.
KEKUATAN:
• Apa yang bagus dilakukan?
• Apa sumber daya unik yang dimiiliki?
• Apa kekuatan yang dilihat oleh pihak lain?
KELEMAHAN
• Apa yang dapat ditingkatkan?
• Sumber daya apa yang paling sedikit?
• Apa kelemahan yang dilihat oleh pihak lain?
KESEMPATAN
• Kesempatan apa yang terbuka?
• Kecenderungan apa yang _ias
dimanfaatkan sebagai keuntungan?
• Bagaimana kekuatan dapat diubah menjadi
kesempatan?
ANCAMAN
• Kecenderungan apa yang bisa
membahayakan usaha?
• Apa yang dilakukan pesaing?
Gambar 6.4. Matriks KKKA.
7. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer. Data pendukung
(sekunder) yang dimanfaatkan untuk harmonisasi, merupakan referensi yang berupa
RENSTRA institusi dan kurikulum. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut di atas,
maka ruang lingkup pelaksanaan penelitian model kompetensi inti lulusan manajemen
dalam upaya menghasilkan Job Creator bidang manufaktur meliputi rangkaian kegiatan
sebagai berikut:
1.Survei pengumpulan data dan informasi pendukung di daerah kajian yang
berkaitan dengan faktor-faktor kompetensi inti lulusan manajemen, kebijakan
Institusi serta perspektif stakeholders, termasuk masyarakat umum, pelaku usaha,
dan pihak-pihak lain. (Model penelitian dengan SPSS dan AMOS)
2.Studi kepustakaan atau literatur (desk research) mengenai yang berkaitan dengan
kompetensi inti lulusan sebagai acuan dalam melakukan analisis.
3.Penetapan kompetensi unggulan dan prospektif lulusan menggunakan berbagai
metoda pendekatan secara holistik dan komprehesif. (SWOT analisis, dan AHP)
4.Penyusunan rencana tindak (rencana implementasi) pengembangan kompetensi
inti lulusan manajemen
5.Diseminasi hasil rumusan pengembangan kompetensi inti lulusan manajemen
dalam bentuk seminar yang dihadiri oleh pihak perguruan tinggi dan pihak lain yang
terkait.
Daftar Pustaka
Anthony, Robert N., and Vijay Govindarajan, 1998. “Management Control System” Ninth
Edition, New York: Mc Graw- Hill
Blocher, Edward J., Kung H. Chen., and Thomas W. Lin , 2000 : “ Cost Management a
Strategic Emphasis” ( Terjemahan Susty Ambarriani) Jakarta: Salemba Empat
BPS, 2001. “Pengukuran dan Analisis Ekonomi Kinerja Penyerapan Tenaga Kerja, Nilai
Tambah dan Ekspor Usaha Kecil Menengah sera Perannya Terhadap Tenaga Kerja
Nasional dan Produk Domestik Bruto Menurut Harga Konstan dan Harga Berlaku,
September.
Brooks, Ian and Jamie Wheatherson, 1997. “The Business Environment: Chalanges and
Changes”. Prentice- Hall, Europe.
Chong, Vincent K., and Kar Min Chong,” Strategic Choise, Environmental Uncertainty and
SBU Performance: A Note on Intervening Role of Management Accounting
System,” Accounting Bussiness Reseach, Vol 27, No. 4, 1997.
Child, John., “Strategic Choice in the Analysis of Action, Structure, Organization and
Environment: Retrospect and Prospect,” Organization Studies, Vol. 18, pp. 43-76,
1997.
Dahlan Siamat. 1999. “Manajemen Lembaga Keuangan”, Edisi kedua. Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Erwin A Koetin, 1994. “Suatu Pedoman Investasi Dalam Efek di Indonesia”. Jakarta:
Departemen Keuangan Republik Indonesia: Badan Pengawas Pasar Modal.
Fischer, J. G., “Contigency Theory, Management Control System and Firm Outcome: Past
Result and Future Direction,” Behavioral Research in Accounting. Vol. 10. pp. 47-
64, 1988.
Gordon, L.A., and Narayana. ”Management Accounting System, Perceived Environmental
Uncertainty and Structure; An Emperical Investigations”. Accounting, Organisations
and society,” 1984.
Govindarajan, Vijay. “Approriateness of Accounting Data in Performance Evaluation; An
Emperical Examination of Environmental Uncertaintyas Intervening Variable”.
Accounting Organizations and society,Vol 9, No.1, 1984
Govindarajan, Vijay; Gupta. ”Linking Control System to Bussiness Unit Strategy, Impact
on Performance,” Accounting Organizations and Society,Vol 10, No.1, 1985.
Gregson, Terry. “Role Ambiguity, Role Confict and Perceived Environment Uncertainty:
Are the Scale Measuring Separate Contruct for Accountant”. Behavioral Reseach In
Accounting, Vol 6, 1994.Hitt, Michael A., R. Duane Ireland dan Robert E.
Hoskisson. 1997. “Manajemen Strategis: Menyongsong Era Persaingan Bebas dan
Globalisasi” ( terjemahan Armand Hediyanto ) Jakarta: Erlangga.
Jauch , Laurence R., and William R. Glueck. 1998: “Manajemen Strategis dan Kebijakan
Perusahaan”. ( Terjemahan Murad dan AR Hendry Sitanggang) Jakarta: Erlangga.
Karhi Nisajar and Winardi. 1997. “Manajemen Strategik” ,Bandung: Mandar Maju.
Milliken, Frances J., “Three Types of Perceived Uncertainty About the Environment: State,
Effect, & Respon Uncertainty” Academic of Management Review, Vol. 12, pp 133-
143, 1987.
Otley, D.T. ”The Contingency Theory of Management Accounting Achivement and
Prognosis,” Accounting Organizations and Society, 1980.
Pearce H. John A., and Richard B. Robinson, JR., 2000. “Strategic Management:
Formulation, Implementation, and Control . International Edition. McGraw-Hill,
New York.
Philips, Paul. “Is Your Company Measuring Stratergic Planning Effectiveness?,”
Management Accounting, June, 1998.
Porter., Michael E, 1980; competitive Strategy : Techniques for Analysing Industries and
Competitors, New York: Free Press
Robin, Stephen P. 1994. “Organizations Theory: Structure, Design and Application”. Third
Edition, (Alih bahasa Yusuf Udaya, Penerbit Arcan, Jakarta) New Jersey:
Englewood Cliffs, Printice- Hall.
Tony Grundy. 1995. “Strategi Perusahaan: Corporate Strategy and Financial Decesions”.
(Terjemahan Susanto Budi Darmo, Jakarta: Elex Media Kompetindo.
Taurangeou, Kevin W. 1981. “Strategy Management : How to Plan, Excecute and Control
Strategic Plans for Your Business”. New York: Mc Graw- Hill
Urata, Shujiro, 2000. “Policy Recommendation for SME Promotion in The Republic
Indonesia”, Japan International Agency, Jakarta. Dissertation.
Wheelen Thomas L., dan David Hunger J. 1992, “ Strategic Management and Bussiness
Policy,” Fourth Edition, NewYork: Addison Wesley Publishing Company.
Willie, E Hopkins and Hopkins, Shirley A. “Strategic Planning-Financial Performance
Relationships in Banks: A Causal Examination”, Strategic Management Journal,
Vol. 18, , pp. 635-652, September 1997.
Winardi dan Karhi Nisjar, 1997. “Manajemen Strategik”, Mandar Maju, Bandung
Benny Dollo,2010.”Proporsal Skripsi”,Universitas Gunadarma
HALAMAN JUDUL Hal
DAFTAR ISI i
1. Identitas Penelitian x
2. Abstrak Rencana Penelitian x
3. Pendahuluan x
4. Tujuan Penelitian x
5. Urgensi Penelitian x
6. Kajian Pustaka x
7. Metode Penelitian x
8. Teknik Pengumpulan Data xx
9. Daftar Pustaka xx
1.3. Subyek Penelitian (contoh)
Subyek utama yang diteliti adalah model kompetensi inti lulusan prodi
manajemen dalam upaya menghasilkan Job Creator di bidang jasa. Penelitian ini bertujuan merancang model kompetensi inti dari lulusan manajemen di wilayah Kota Depok dan Bekasi, dengan demikian maka hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi pengambil kebijakan tingkat Universitas khususnya berkenaan dengan peningkatan soft skill dan hard skill .Pendekatan model penelitian ini akan dilanjutkan dengan rencana tindak sebagai bagian dari penguatan program studi manajemen. Hasil optimal yang diharapkan nantinya dari penelitian ini tidak saja pada pendekatan empiris namun juga meningkatkan motivasi dari lulusan manajemen dalam upaya menghasilkan Job Creator.
Diharapkan dengan terwujudnya Job Creator tersebut dapat memupuk semangat kewirausahaan pada diri lulusan manajemen. Analisis lingkungan berkaitan dengan kompetensi inti lulusan manajemen dilakukan pada dua bulan pertama Analisis ini digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang dihadapi lulusan manajemen saat ini dan prediksi masa yang akan datang, dimana kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman ini menjadi dasar dalam formulasi strategi usaha dalam meningkatkan motivasi. Bulan berikutnya, dilakukan tahap implementasi strategi yang sudah dirumuskan dalam dua bulan pertama. Analisis dilakukan pada faktor penunjang yang terkait dalam mendukung pengembangan soft skill dan hard skill lulusan manajemen.
Aspek yang diteliti adalah:
• Bagaimana peranan institusi/lembaga pendidikan/program studi yang terkait dalam
pengembangan soft skill dan hard skill lulusan manajemen dilihat dari aspek
manajerial, pendanaan, sumber daya (manusia dan teknologi) sebagai penyedia
informasi yang relevan?.
• Bagaimana strategi yang terbaik bagi lulusan manajemen agar mampu
menghasilkan job Creator melalui model kompetensi inti ?.
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk merancang model kompetensi inti bagi
lulusan prodi manajemen tujuan khusus menghasilkan Job Creator yang terencana baik
menggunakan rencana tindak.
1.4. Periode Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan dalam jangka waktu 7 (tujuh) bulan
Bulan
Kegiatan
1. Persiapan implementasi
2. Penyusunan materi /studi pustaka
3 Penetapan metodologi
4. Pengumpulan data
5.Verifikasi data
6. Tahap analisis data
7. Penyusunan skripi
8. Evaluasi /penggandaan laporan
9. Sidang skripsi
1.5. Lokasi Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan pada lokasi yang berada di Kota Depok dan Bekasi
(penetapan lokasi dikaitkan dengan penetapan Kota Depok dan Bekasi melalui RPJMD
sebagai kota jasa dan industri)
1.6. Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan dari kegiatan penelitian adalah, mengidentifikasi masalah
yang dihadapi lulusan prodi manajemen melalui pengamatan lingkungan bisnis baik
internal dan eksternal, peranan institusi sebagai pengambil kebijakan yang terkait, serta
penyusunan rencana tindak berkenaan dengan penetapan kompetensi inti lulusan
manajemen serta job creator. Selanjutnya adalah merancang model kompetensi inti lulusan
untuk menghasilkan Job Creator di bidang jasa.
Hasil menyeluruh yang diharapakan pada penelitian ini adalah :
(a) Model Kompetensi inti Lulusan Manajemen;
(b) Rencana Tindak berkaitan dengan Job Creator.
2. ABSTRAK RENCANA PENELITIAN
Pengembangan sumber daya manusia berkaitan dengan peningkatan kompetensi,
kompetensi yang dimaksud adalah skill dari lulusan sehingga tidak saja mampu bersaing
namun juga memenangkan persaingan. Untuk itu pendekatan pada kompetensi juga perlu
ditelaah samapai tingkat core competence. Lulusan dimaksud adalah lulusan dari program
studi manajemen. Kondisi persaingan lulusan merebut lapangan kerja hendaknya dapat
disikapi dengan arif, sehingga lulusan tidak saja dapat bekerja sesuai dengan profesinya
tetapi juga mampu menghasilkan Job Creator. Untuk itu penelitian ini akan menelusuri
permasalahan yang ada terkait dengan lulusan prodi manajemen, dan rencana tindak sebagai wujud dari hasil penetapan kompetensi inti dan Job Creator. Tantangan ini menuntut si pencipta kerja atau tenaga kerja mampu melakukan adaptasi dengan baik. Daya adaptasi ini membutuhkan ketrampilan lain selain hardskill yang telah dimiliki antara lain softskill, ICT skill, English skill, dan etika/moral. Skills tersebut bersifat sinergis..
Metode penelitian adalah survei dengan instrumen penelitian kuesioner (sifat
tertutup). Populasi penelitian adalah lulusan prodi manajemen Universitas Gunadarma yang ada wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Data yang digunakan adalah data primer. Kelemahan dan keunggulan lulusan prodi manajemen akan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Model akan dibangun berdasarkan analisis menggunakan AHP, dan SEM. Perangkat lunak yang digunakan adalah SPSS, AMOS, dan AHP. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kompetensi lulusan prodi manajemen Universitas Gunadarma, pengembangan manajemen, yang kemudian diharapkan juga dapat diaplikasikan sebagai acuan pengambilan kebijakan tingkat Universitas.
3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini direncanakan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai tahap persiapan
literatur, survey/pengumpulan data, evaluasi dan pengukuran sampel, hingga perumusan
dan pelaporan penelitian. masing-masing tahap merupakan suatu rangkaian proses yang
berkelanjutan. Diharapkan tahap tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 7 bulan.
4. Urgensi Penelitian
Peranan lulusan dalam perekonomian Indonesia dapat dilihat dari kedudukannya
pada saat ini dalam dunia usaha. Urata (2000) membagi kedudukan wirausahawan
sebagai berikut:
a. Kedudukan wirausahawan sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di
berbagai sektor.
b. Penyedia lapangan kerja terbesar.
c. Pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi daerah dan
pemberdayaan masyarakat.
d. Pencipta pasar baru dan inovasi.
Perubahan dalam bidang teknologi juga mempengaruhi kinerja wirausahawan (UKM) di
bidang manajemen. Kekuatan teknologi termasuk peningkatan di bidang pengetahuan dan
inovasi yang dapat menimbulkan peluang dan ancaman bagi UKM. Para pabrikan, bank dan manajemen ritel telah memanfaatkan kemajuan teknologi ini dalam bisnis mereka agar dapat memudahkan dan mempercepat layanan demi memuaskan kebutuhan pelanggan.
Disamping lingkungan makro, lingkungan industri juga berperan dalam mempercepat
perubahan lingkungan. Lingkungan industri yang dimaksud adalah daya tawar pembeli,
daya tawar penjual, masuknya pendatang baru yang potensial, adanya barang substitusi, dan intensitas persaingan di antara UKM. Ke lima faktor di atas dikenal dengan kekuatan
bersaing dari Porter (Pearce & Robinson, 2000; 85). Semua faktor di atas merupakan factor yang berada di luar kendali UKM yang disebut juga faktor eksternal. Semua faktor
eksternal memberikan peluang dan ancaman bagi UKM untuk mewujudkan visi, misi dan
tujuan perusahaan. Faktor eksternal dapat dikendalikan UKM dengan adanya strategi yang tepat dan sesuai dengan situasi perubahan lingkungan. Melalui penyusunan model system informasi perencanaan strategik UKM yang tepat diharapkan dapat membantu memecahkan masalah peningkatan kinerja bisnis UKM. Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2002 yang lalu terbukti bahwa perencanaan strategik dapat mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis eksternal yang penuh dengan ketidakpastian (BPS, 2001).
5. KAJIAN PUSTAKA
Avin Fadilla Helmi (2004), menggambarkan mahasiswa dengan daya saing tinggi sebagai
mahasiswa yang lulus dengan Indeks Prestasi tinggi, masa studi cepat, dan mempunyai
kepercayaan diri yang kuat. Pengamatan dan pengalaman yang dilakukan selama yang
bersangkutan melakukan seleksi karyawan menunjukkan bahwa belum semua lulusan
perguruan tinggi mempunyai persyaratan dasar yang dapat diterima di pasar kerja. Mereka yang lolos seleksi administratif dalam proses seleksi, biasanya telah memenuhi persyaratan IPK dan syarat administrasi lain. Salah satu model mahasiswa yang berdaya saing menurut Helmi ditunjukkan sebagaimana terlihat dalam Gambar 2.1 di bawah.
Indikator output lulusan, minimal tercermin dalam IPK rata-rata di atas 3 dan masa studi
yang singkat diharapkan dapat menjadi representasi dari hardskill. Ketika kemampuan
penalaran seperti analisa, sintesa, dan berfikir abstrak dikembangkan dalam proses
pembelajaran (dalam arti penguasaan ilmu atau hardskill) yang berkembang secara optimal dan menyentuh persoalan kehidupan nyata, maka hal tersebut secara berkelanjutan akan mengasah softskill mahasiswa. Kecerdasan dalam penguasaan ilmu juga memberikan dampak bagi pengembangan belajar tentang kehidupan. Inilah esensi dari proses “belajar”; belajar tentang ilmu dan belajar tentang ‘kehidupan’ (life skill). Proses pengembangan diri menjadi titik pondasi sentral dalam pengembangan karir selanjutnya. Ketika salah satu aspek daya pikir manusia berkembang, maka hal itu akan menstimulasi aspek rasa (afeksi) dan selanjutnya menstimulasi karsa (kehendak) dalam menghasilkan inovasi-inovasi baru. Sinamo (2001) mengatakan bahwa belajar adalah aktivitas untuk meningkatkan pengertian atau kesadaran tentang diri sendiri (self-awareness), dunia sekitar (cosmo-awareness), termasuk kesadaran ten-tang Tuhan (theo-awareness), serta relasi ketiganya ke tingkat yang lebih dalam dan lebih tinggi. Agar proses belajar efektif, maka mahasiswa dituntut untuk menguasai penggunaan perkakas belajar (learning-tools) dalam diri, yaitu kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif-imajinatif, dan berpikir kritikal-argumentatif, kemampuan membedakan dan memilih alternatif yang ada, kemampuan berkehendak secara bebas, kemampuan merasakan, dan kemampuan memberi tanggapan moral. Pengembangan sumber daya manusia yang hanya menekankan kompetensi saja, akan menimbulkan dampak yang luar biasa. Krisis multidimensi pada akhir periode orde baru,
pada dasarnya adalah krisis etika/moral. Kemajuan olah pikir manusia dalam berbagai
bidang tidak diikuti oleh upaya pengembangan aspek rasa (afektif) dan etika/moral akan
menghasilkan berbagai kerusakan dan krisis. Sementara itu dalam dunia realitas, dunia
kerja, dan dunia usaha, situasi hiper-kompetitif tidak dapat dielakkan. Tantangan ini
menuntut si pencipta kerja atau tenaga kerja mampu melakukan adaptasi dengan baik. Daya adaptasi ini membutuhkan ketrampilan lain selain hardskill yang telah dimiliki antara lain softskill, ICT skill, English skill, dan etika/moral. Skills tersebut bersifat sinergis. Skill yang satu akan menunjang skill yang lain, walaupun hardskill tetap sebagai jantung dari semua komponen tersebut.
UNESCO dalam dokumen kerja yang ditulis berkaitan dengan konferensi tingkat dunia
tentang pendidikan tinggi di tahun 1998, yang berjudul Higher Education in the Twenty-
First Century - Vision and Action, menekankan pentingnya relevansi dari dunia pendidikan, utamanya pendidikan tinggi. Dinyatakan bahwa:
“The pertinence or relevance of higher education must essentially be consi-dered in
relation to its role and place in society, to its mission of providing education,
research and the services ensuing therefrom, and also to its links with the world of
work, in the broadest sense, its relationship with the state and with sources of public
financing, and its interactions with the other levels and forms of education.”
Lebih lanjut, dokumen kerja UNESCO tersebut menerangkan secara jelas apa yang
dimaksud dengan relevansi tersebut. Diantaranya yang berhubungan dengan keterkaitan
antara perguruan tinggi dengan dunia kerja adalah:
• membangun keterkaitan dengan dunia kerja, dalam rangka mengenali tantang-an yang
dihadapi dan yang akan dihadapi;
• membangun suasana kerja dalam lingkungan pendidikan, sebagai bentuk fasi-litas
pelatihan dunia kerja; dan
• mempertahankan semangat kepedulian sosial dalam setiap aktivitas ekonomi.
Dokumen kerja UNESCO juga menerangkan apa yang dimaksud dengan kualitas lulusan
pendidikan tinggi. Dinyatakan bahwa:
“Quality is inseparable from social relevance. The implication of the quality
requirement and of policies aiming for a "quality safeguard" approach is that
improvements should be sought, at the same time, to each of the compo-nent parts
of the institution and to the institution as an integral whole, functioning as a
coherent system.”
Seperti diterangkan di atas, keterkaitan antara kualitas pendidikan tinggi dan relevansi
dengan dunia kerja tidak bisa dipisahkan. UNESCO memberikan pedoman bahwa kualitas
pendidikan tinggi tergantung pada beberapa hal, termasuk kualitas tenaga pengajar,
manajemen, infrastruktur, kurikulum, dan mahasiswa. Dalam kaitan dengan penelitian ini, dua aspek yang relevan adalah mengenai kualitas kurikulum dan kuali-tas lulusan. Kualitas kurikulum ditentukan oleh:
• kejelasan tujuan pendidikan dan pelatihan, dalam hubungannya dengan kebu-tuhan
dunia kerja dan masyarakat;
• adaptasi metode pengajaran, dalam usaha membuat mahasiswa lebih berperan serta aktif dan dalam menciptakan suasana kerja (enterprising spirit);
• pengembangan fasilitas pelatihan, dengan memanfaatkan kemajuan dunia IT;
• internasionalisasi kurikulum; dan
• pembangunan jaringan antara kurikulum, tenaga pengajar, dan mahasiswa.
Sedangkan kualitas mahasiswa diantaranya ditentukan oleh:
• kemampuan memecahkan masalah;
• motivasi; dan
• kemampuan untuk bersifat proaktif;
Diana Carew dari Microsoft Education Solutions Group dalam white paper berjudul
“Educating 21st Century Citizen” membagi kemampuan yang harus dimiliki seseorang
dalam menghadapi dunia kerja menjadi dua, yakni: business skill dan life skill. Carew
menyoroti kecenderungan pada awal abad ke-21 ini, yaitu meningkatnya peran life skill
dibanding business skill dalam menentukan performa dari individu dalam pekerjaan yang
dihadapinya. Carew juga menyarankan bagi pembuat kebijakan di perguru-an tinggi untuk menambahkan kemampuan interpersonal sebagai bagian dari kompetensi pembelajaran yang utama
Business Skills
Business skills atau kemampuan bisnis diartikan sebagai kemampuan seorang pekerja untuk
mengaplikasikan materi pendidikan yang didapat pada kurikulum formal ke permasalahan
yang dihadapinya sehari-hari. Business skill dapat diartikan juga sebagai kompetensi teknis
seorang pekerja. Carew menyoroti kecenderungan me-ningkatnya kebutuhan akan
kompetensi di bidang komputer dan internet bagi seorang lulusan perguruan tinggi.
Business skill juga adalah kemampuan yang menerangkan wilayah kognitif dari individu,
sehingga mencakup juga kemampuan untuk menda-patkan informasi dan berkomunikasi
(information/communication skills) serta kemampuan untuk berpikir dalam memecahkan
masalah (thinking/problem solving skills).
Life Skills
Life skills atau kemampuan untuk hidup juga disebutkan sebagai soft skill. Ciri utama dari
life skill adalah menerangkan kemampuan seseorang untuk bekerja sama dengan orang lain.
Istilah yang digunakan Carew adalah interpersonal skill. Interpersonal skill dibagi menjadi beberapa atribut, seperti nilai (value), kemampuan untuk bekerja secara mandiri, dan kemampuan bekerja sama. Di artikel yang ditulisnya dengan judul “Family and Economy”, Ken Shimoda membagi kemampuan seorang pekerja di perusahaan menjadi dua kategori dasar: hard skill dan soft skill. Hard skill berkaitan de-ngan kemampuan teknis yang berkaitan dengan fungsi dari masing-masing jabatan. Soft skill, disebut juga human skill, berkaitan dengan budaya, sehingga relatif di setiap tempat. Soft skill dijabarkan menjadi beberapa atribut sebagai berikut:
• tanggung jawab,
• kesetiaan,
• kemampuan berorganisasi,
• sikap,
• keseriusan,
• keramahan,
• akal sehat,
• kepemimpinan,
• motivasi, dan
• keberanian.
Keduanya –hard skill maupun soft skill– memiliki peran yang besar dalam menentukan baik tidaknya prestasi kerja seseorang dalam pekerjaan. Yang menarik, Shimoda menemukan dalam penelitiannya bahwa perusahaan-perusahaan jauh lebih sulit mengukur dan mengembangkan soft skill dari karyawannya. Sedangkan hard skill jauh lebih mudah untuk mengkuantifikasikannya sehingga pengembangannya relatif lebih mudah. Penyusunan rencana strategis dapat dilakukan menggunakan analisis Kekuatan (Strength),
Kelemahan (Weakness), Kesempatan (Oppurtunity) dan Ancaman (Threat), yang
selanjutnya akan disingkat dengan KKKA.
Menurut Wheelen dan Hunger (1995) KKKA merupakan bentuk analisis situasi.
Analisis situasi mulai dengan formulasi strategi dan kebutuhan dimana manajer strategi
berusaha menemukan strategi yang dapat memberdayakan kesempatan eksternal dan
kekuatan internal dalam lingkungan eksternal yang mengancam dan kelemahan dalam
internal. Posisi analisis KKKA dalam proses pengambilan keputusan strategi ditunjukkan
Menurut Manktelow (2006), analisis KKKA menjadi teknik yang kuat karena
pemahaman kekuatan dan kelemahan dan pencarian akan kesempatan dan ancaman yang
ada. Analisis situasi menggunakan KKKA dibuat dengan membentuk matriks KKKA.
Matriks terdiri dari elemen yang akan dianalisis, yaitu kekuatan dan kelemahan yang
dimiliki perusahaan, kesempatan yang dapat diraih dan ancaman dari pesaing dan luar
lainnya yang dihadapi. Pada elemen kekuatan, pengevaluasi harus mampu mengidentifikasi hal bagus yang dapat perusahaan lakukan, sumber daya unik yang dimiliki (yang tidak dimiliki oleh perusahaan pesaing), dan kekuatan perusahaan yang dapat dilihat oleh pihak lain. Saat mengevaluasi kelemahan, beberapa hal harus diidentifikasi, yaitu aktivitas atau hal yang dapat ditingkatkan, sumber daya paling sedikit yang dimiliki perusahaan dan kelemahan perusahaan yang dapat dilihat oleh pihak lain. Kelemahan yang mungkin dilihat orang lain tapi tidak terlihat oleh manajemen selama ini harus digali dengan jujur. Analisis elemen kesempatan harus dilakukan dengan mengidentifikasi kesempatan yang ada, kecenderungan yang bisa dimanfaatkan sebagai keuntungan dan kekuatan yang dapat diubah menjadi keuntungan. Kesempatan yang bagus bisa muncul dari perubahan teknologi dan pasar baik dalam skala sempit maupun luas, perubahan kebijakan pemerintah yagn bersesuaian dengan usaha, perubahan dalam pola masyarakat, profil populasi dan gaya hidup, serta kejadian lokal. Pendekatan terbaik dalam mengidentifikasi kesempatan adalah dengan mempertimbangkan kekuatan dan bertanya ke diri sendiri apakah kekuatan ini akan membuka kesempatan. Alternatif untuk mengidentifikasi kesempatan adalah dengan memahami kelemahan dan bertanya ke diri sendiri apakah kesempatan akan terbuka dengan menghilangkan kelemahan tersebut.
Beberapa pertanyaan yagn perlu dijawab dalam
menganalisis kelemahan adalah:
• Rintangan apa yang dihadapi?
• Apa yang dilakukan pesaing?
• Apakah dibutuhkan perubahan spesifikasi untuk pekerjaan, produk atau
pelayanan?
• Apakah perubahan teknologi mengancam posisi perusahaan?
• Apakah perusahaan dihadapkan pada pinjaman atau aliran kas bermasalah?
• Apakah salah satu dari kelemahan yang dimiliki menjadi ancaman bagi
keberlangsungan bisnis?
6. Metode Penelitian (CONTOH) “saudara dapat juga menjelaskan secara ALUR
PENELITIAN”
Analisis KKKA dilakukan menggunakan teknik dan matriks yang diberikan
Manktelow (2006). Matriks yang digunakan ditunjukkan Gambar 2.
KEKUATAN:
• Apa yang bagus dilakukan?
• Apa sumber daya unik yang dimiiliki?
• Apa kekuatan yang dilihat oleh pihak lain?
KELEMAHAN
• Apa yang dapat ditingkatkan?
• Sumber daya apa yang paling sedikit?
• Apa kelemahan yang dilihat oleh pihak lain?
KESEMPATAN
• Kesempatan apa yang terbuka?
• Kecenderungan apa yang _ias
dimanfaatkan sebagai keuntungan?
• Bagaimana kekuatan dapat diubah menjadi
kesempatan?
ANCAMAN
• Kecenderungan apa yang bisa
membahayakan usaha?
• Apa yang dilakukan pesaing?
Gambar 6.4. Matriks KKKA.
7. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer. Data pendukung
(sekunder) yang dimanfaatkan untuk harmonisasi, merupakan referensi yang berupa
RENSTRA institusi dan kurikulum. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut di atas,
maka ruang lingkup pelaksanaan penelitian model kompetensi inti lulusan manajemen
dalam upaya menghasilkan Job Creator bidang manufaktur meliputi rangkaian kegiatan
sebagai berikut:
1.Survei pengumpulan data dan informasi pendukung di daerah kajian yang
berkaitan dengan faktor-faktor kompetensi inti lulusan manajemen, kebijakan
Institusi serta perspektif stakeholders, termasuk masyarakat umum, pelaku usaha,
dan pihak-pihak lain. (Model penelitian dengan SPSS dan AMOS)
2.Studi kepustakaan atau literatur (desk research) mengenai yang berkaitan dengan
kompetensi inti lulusan sebagai acuan dalam melakukan analisis.
3.Penetapan kompetensi unggulan dan prospektif lulusan menggunakan berbagai
metoda pendekatan secara holistik dan komprehesif. (SWOT analisis, dan AHP)
4.Penyusunan rencana tindak (rencana implementasi) pengembangan kompetensi
inti lulusan manajemen
5.Diseminasi hasil rumusan pengembangan kompetensi inti lulusan manajemen
dalam bentuk seminar yang dihadiri oleh pihak perguruan tinggi dan pihak lain yang
terkait.
Daftar Pustaka
Anthony, Robert N., and Vijay Govindarajan, 1998. “Management Control System” Ninth
Edition, New York: Mc Graw- Hill
Blocher, Edward J., Kung H. Chen., and Thomas W. Lin , 2000 : “ Cost Management a
Strategic Emphasis” ( Terjemahan Susty Ambarriani) Jakarta: Salemba Empat
BPS, 2001. “Pengukuran dan Analisis Ekonomi Kinerja Penyerapan Tenaga Kerja, Nilai
Tambah dan Ekspor Usaha Kecil Menengah sera Perannya Terhadap Tenaga Kerja
Nasional dan Produk Domestik Bruto Menurut Harga Konstan dan Harga Berlaku,
September.
Brooks, Ian and Jamie Wheatherson, 1997. “The Business Environment: Chalanges and
Changes”. Prentice- Hall, Europe.
Chong, Vincent K., and Kar Min Chong,” Strategic Choise, Environmental Uncertainty and
SBU Performance: A Note on Intervening Role of Management Accounting
System,” Accounting Bussiness Reseach, Vol 27, No. 4, 1997.
Child, John., “Strategic Choice in the Analysis of Action, Structure, Organization and
Environment: Retrospect and Prospect,” Organization Studies, Vol. 18, pp. 43-76,
1997.
Dahlan Siamat. 1999. “Manajemen Lembaga Keuangan”, Edisi kedua. Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Erwin A Koetin, 1994. “Suatu Pedoman Investasi Dalam Efek di Indonesia”. Jakarta:
Departemen Keuangan Republik Indonesia: Badan Pengawas Pasar Modal.
Fischer, J. G., “Contigency Theory, Management Control System and Firm Outcome: Past
Result and Future Direction,” Behavioral Research in Accounting. Vol. 10. pp. 47-
64, 1988.
Gordon, L.A., and Narayana. ”Management Accounting System, Perceived Environmental
Uncertainty and Structure; An Emperical Investigations”. Accounting, Organisations
and society,” 1984.
Govindarajan, Vijay. “Approriateness of Accounting Data in Performance Evaluation; An
Emperical Examination of Environmental Uncertaintyas Intervening Variable”.
Accounting Organizations and society,Vol 9, No.1, 1984
Govindarajan, Vijay; Gupta. ”Linking Control System to Bussiness Unit Strategy, Impact
on Performance,” Accounting Organizations and Society,Vol 10, No.1, 1985.
Gregson, Terry. “Role Ambiguity, Role Confict and Perceived Environment Uncertainty:
Are the Scale Measuring Separate Contruct for Accountant”. Behavioral Reseach In
Accounting, Vol 6, 1994.Hitt, Michael A., R. Duane Ireland dan Robert E.
Hoskisson. 1997. “Manajemen Strategis: Menyongsong Era Persaingan Bebas dan
Globalisasi” ( terjemahan Armand Hediyanto ) Jakarta: Erlangga.
Jauch , Laurence R., and William R. Glueck. 1998: “Manajemen Strategis dan Kebijakan
Perusahaan”. ( Terjemahan Murad dan AR Hendry Sitanggang) Jakarta: Erlangga.
Karhi Nisajar and Winardi. 1997. “Manajemen Strategik” ,Bandung: Mandar Maju.
Milliken, Frances J., “Three Types of Perceived Uncertainty About the Environment: State,
Effect, & Respon Uncertainty” Academic of Management Review, Vol. 12, pp 133-
143, 1987.
Otley, D.T. ”The Contingency Theory of Management Accounting Achivement and
Prognosis,” Accounting Organizations and Society, 1980.
Pearce H. John A., and Richard B. Robinson, JR., 2000. “Strategic Management:
Formulation, Implementation, and Control . International Edition. McGraw-Hill,
New York.
Philips, Paul. “Is Your Company Measuring Stratergic Planning Effectiveness?,”
Management Accounting, June, 1998.
Porter., Michael E, 1980; competitive Strategy : Techniques for Analysing Industries and
Competitors, New York: Free Press
Robin, Stephen P. 1994. “Organizations Theory: Structure, Design and Application”. Third
Edition, (Alih bahasa Yusuf Udaya, Penerbit Arcan, Jakarta) New Jersey:
Englewood Cliffs, Printice- Hall.
Tony Grundy. 1995. “Strategi Perusahaan: Corporate Strategy and Financial Decesions”.
(Terjemahan Susanto Budi Darmo, Jakarta: Elex Media Kompetindo.
Taurangeou, Kevin W. 1981. “Strategy Management : How to Plan, Excecute and Control
Strategic Plans for Your Business”. New York: Mc Graw- Hill
Urata, Shujiro, 2000. “Policy Recommendation for SME Promotion in The Republic
Indonesia”, Japan International Agency, Jakarta. Dissertation.
Wheelen Thomas L., dan David Hunger J. 1992, “ Strategic Management and Bussiness
Policy,” Fourth Edition, NewYork: Addison Wesley Publishing Company.
Willie, E Hopkins and Hopkins, Shirley A. “Strategic Planning-Financial Performance
Relationships in Banks: A Causal Examination”, Strategic Management Journal,
Vol. 18, , pp. 635-652, September 1997.
Winardi dan Karhi Nisjar, 1997. “Manajemen Strategik”, Mandar Maju, Bandung
Benny Dollo,2010.”Proporsal Skripsi”,Universitas Gunadarma
Langganan:
Postingan (Atom)